Senin, 24 Oktober 2011

Rupiah Terseret Sentimen Atas Eropa

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat berdasarkan kurs BI, Senin (24/10/2011) kembali melemah di level Rp 8.883 per dollar AS dari sebelumnya di Rp 8.868 per dollar AS. Sentimen atas kondisi perekonomian Eropa memicu pergerakan ini.

Managing Research Indosurya Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa (25/10/2011) menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi penurunan data-data makro di Eropa, terutama data Manufacturing PMI Eropa.

Sebelumnya pasar optimis kondisi akan terus membaik seiring masih berlanjutnya harapan bahwa Uni Eropa bisa memberikan solusi atas krisis utangnya walau untuk hasil finalnya pasar harus menunggu hingga pertemuan berikutnya pada Rabu besok.

"Meski KTT Uni Eropa belum bisa dikatakan selesai, tetapi para petinggi Uni Eropa sudah menegaskan komitmennya untuk membantu sektor perbankan," kata Reza.

Di sisi lain, kemungkinan Eropa telah menyepakati bahwa ECB tidak akan dilibatkan dalam skema dana European Financial Stability Facility (EFSF). Dengan demikian, EFSF tidak akan diberikan lisensi Bank sehingga tidak bisa mengakses dana dari ECB dan tetap menjadi lembaga keuangan non-bank.
Eropa juga telah sepakat agar sektor swasta menanggung beban yang lebih besar untuk menolong Yunani melewati krisis utangnya.

Menurut Reza, kemungkinan apresiasi rupiah juga bisa terbantu dari Asia di mana terdapat kenaikan neraca perdagangan Jepang dan rilis indeks manufaktur China versi HSBC yang angkanya mencapai 51,1 dari 49,9.

Hal ini menunjukkan kalau ekspansi ekonomi di Asia mungkin akan berlanjut dan masih bisa menahan gejolak krisis yang tengah terjadi di Eropa dan perlambatan ekonomi AS. Selain itu, juga didukung oleh komentar dari Wakil Ketua Fed yang mengatakan, Quantitative Easing 3 dibutuhkan untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir. Sebelum turun ke level 8.883, rupiah berada di level 8.868 dan 8.840 per dollar AS. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar